Minggu, 22 Maret 2020

SENI BUDAYA

PUTU WIJAYA
Tokoh teater Indonesia yang besar lainnya adalah Putu Wijaya. Beliau merupakan seorang sastrawan, penulis drama, cerpen, esai, novel dan juga penulis skenario film. Beliau lahir di Puri Anom, Tabana, Bali pada 11 April 1944 dengan nama I Gusti Ngurah Putu Wijaya. Dirinya kemudian lebih dikenal di dunia sastra dengan nama Putu Wijaya.
Awalnya, sang ayah ingin Putu menjadi dokter. Namun, karena Putu lemah dalam ilmu pasti, ia lebih memilih untuk menjadi penulis. Ia sudah menulis sejak SMP. Hingga kini Putu sudah menulis kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, seribu cerpen, ratusan esai, artikel lepas dan kritik drama.
Putu sempat bergabung dengan Bengkel Teater Rendra pada tahun 1967 sampai 1969. Sebelum akhirnya bergabung dengan Teater Kecil bentukan Arifin C. Noer. Hingga akhirnya, Putu mendirikan sendiri kelompok teaternya pada tahun 1971 dengan nama Teater Mandiri.
” Kita jangan sampai kagum pada bayangan kita sendiri, kadang-kadang bayangan itu tinggi besar jika matahari condong, padahal tubuh kita sebenarnya tetap kecil. “
Putu Wijaya
Putu telah melahirkan banyak naskah drama terkenal, diantaranya adalah Bila Malam Bertambah Malam (1970), Edan (1988), Demokrasi, Aeng, Cipoa, hingga Zetan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHASA INDONESIA

Kelas   : XI IPA 3 3.1 Mengonstruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur dan 4.1 Merancang p...